Mengintip Kekayaan Raksasa Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Punya Rentetan Bisnis
Lembaga ini diharapkan menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia di masa mendatang.
Di dalam struktur Danantara, posisi Chief Investment Officer (CIO) dipegang oleh Pandu Patria Sjahrir.
Pandu dikenal sebagai pengusaha batubara dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum APBI-ICMA untuk periode 2018-2021.
Ia juga merupakan keponakan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, hal yang membuat penunjukannya semakin menjadi perhatian publik.
Berapa Kekayaan Pandu Sjahrir?
Pandu Sjahrir diperkirakan memiliki kekayaan lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16,2 triliun.
Namun perlu dicatat, bahwa angka ini merupakan estimasi dari berbagai sumber dan belum ada data resmi yang memverifikasinya.
Perkiraan kekayaan tersebut muncul karena Pandu Sjahrir telah memimpin hampir 100 perusahaan dalam berbagai peran, mulai dari eksekutif, komisaris, investor, hingga penasihat strategis, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Banyak perusahaan di bawah kepemimpinannya memiliki valuasi besar dan menciptakan lapangan kerja dalam skala regional, khususnya di Asia Tenggara.
Daftar Bisnis Milik Pandu Sjahrir
Walaupun tidak ada data resmi mengenai jumlah kekayaan Pandu Sjahrir, berbagai sumber media menyebut bahwa sebagian besar asetnya berasal dari bisnis yang ia miliki dan kelola.
Berikut beberapa bisnis yang dimiliki oleh Pandu Patria Sjahrir:
1. PT.TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
PT.TBS Energi Utama Tbk merupakan Perusahaan yang di dirikan bersama Luhut Binsar Pandjaitan, dengan fokus pada sektor pertambangan batubara dan perkebunan sawit.
Bisnis pertambangan dijalankan melalui anak usaha, seperti PT.Adimitra Baratama Nusantara, PT.Trisensa Mineral Utama, dan Indomining, yang memasok batubara untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Di sisi lain, sektor perkebunan dikembangkan melalui PT.Perkebunan Kaltim Utama, yang menyediakan produk sawit untuk industri pangan dan energi.
Saat ini, TBS juga mulai bertransformasi ke energi terbarukan, termasuk investasi di kendaraan listrik dan proyek energi bersih, sejalan dengan tren global yang bergerak menjauh dari energi fosil.
2. Electrum
Electrum adalah hasil kerja sama antara PT.GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan TBS Energi Utama, yang fokus pada produksi motor listrik roda dua serta membangun ekosistem pendukungnya, seperti stasiun penukaran baterai dan layanan purna jual.
Berdasarkan laman resmi perusahaan, sebagai Chairman Electrum, Pandu Patria Sjahrir memiliki peran strategis dalam mendorong implementasi kendaraan listrik di Indonesia.
Motor listrik Electrum bahkan sudah digunakan oleh para driver ojek online, menandakan teknologi ini sudah berada pada tahap operasional nyata.
Selain itu, Electrum juga berkontribusi pada transisi energi nasional dan pengurangan emisi karbon.
3. AC Ventures
AC Ventures (ACV) adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi pada startup teknologi di Indonesia dan Asia Tenggara.
ACV mendukung perusahaan digital sejak tahap awal, khususnya yang bergerak di bidang e-commerce, teknologi finansial, logistik, ekonomi kreatif, dan layanan digital untuk UMKM.
Sebagai pendiri dan mitra pengelola, Pandu Patria Sjahrir berperan penting dalam menumbuhkan ekosistem startup di Indonesia, membantu perusahaan rintisan mendapatkan akses pendanaan, jaringan bisnis, dan pendampingan strategis untuk mempercepat pertumbuhan mereka. (red)