Harga Batu Bara Terus Merosot, Pemerintah Cari Celah Penerimaan Lewat Bea Keluar
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin (8/12/2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, HBA telah menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Purbaya memaparkan data penurunan HBA, pada 2022 sebesar US$ 276,6 per ton, menjadi US$ 201,1 per ton pada 2023, turun menjadi US$ 121,5 per ton pada 2024, dan pada akhir 2025 ini diprediksi akan sebesar US$ 111,1 per ton.
“Proyeksi tahun 2026 menunjukkan bahwa HBA kemungkinan bergerak pada kisaran US$95 sampai dengan US$100 per ton," ucap Purbaya.
Menkeu Purbaya menambahkan, meskipun Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di dunia, mayoritas ekspor masih berupa bahan mentah bernilai tambah rendah. Kondisi ini membuat pemerintah kehilangan potensi ekonomi yang lebih tinggi.
“Oleh karena itu, instrumen bea keluar disiapkan guna meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong hilirisasi dan dekarbonisasi yang saat ini mekanismenya sedang kami finalisasi bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait,” terang Purbaya.
Pemerintah melihat batu bara memiliki potensi besar untuk mendukung hilirisasi industri nasional, bukan sekadar sebagai sumber energi. Beberapa negara seperti China dan India telah memanfaatkan batu bara untuk menghasilkan berbagai produk turunan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Melalui kebijakan bea keluar, pemanfaatan batu bara diharapkan dapat diarahkan melalui teknologi dan proses yang lebih efisien dengan emisi yang lebih rendah, sejalan dengan upaya dekarbonisasi. Selain itu, upaya transisi menuju energi bersih dilakukan secara bertahap, berkeadilan, dan berkelanjutan (sustainable).
Di sisi lain, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ketahanan energi nasional. Batu bara tetap menjadi tulang punggung pasokan untuk menjaga stabilitas tarif listrik bagi rakyat dan industri.
“Pendekatan ini sangat penting agar upaya penurunan emisi tetap berjalan tetapi tidak mengganggu ketahanan energi nasional,” tutupnya. (red)