Menteri Pertahanan Sjafrie Siapkan Pasukan Perdamaian PBB, TNI Bangun Struktur Kekuatan Baru
Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengar pendapat secara tertutup bersama Komisi I DPR dan TNI.
Menhan Sjafrie menjelaskan Presiden RI Prabowo Subianto telah mengeluarkan perintah persiapan bagi pengerahan pasukan tersebut.
“Kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasukan ini secara substansi dipersiapkan oleh Panglima TNI, namun spesifikasi penugasan akan diberdayakan untuk kebutuhan kemanusiaan dan rehabilitasi konstruksi yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Selain menyiapkan personel, pemerintah juga memperkuat pembangunan struktur dan sarana pendukung di tingkat batalion di pelbagai wilayah Indonesia.
Sjafrie menegaskan langkah ini merupakan bagian dari pembangunan kekuatan pertahanan nasional.
Ia juga menyambut baik respons positif dari anggota Komisi I DPR yang mendukung langkah pemerintah.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan publik dan peran kontrol sosial dari DPR.
“Kami mengharapkan bahwa kritik konstruktif dari Komisi I tetap intensif, agar tugas yang diberikan dapat berjalan dengan pengendalian dan pengawasan sosial yang memadai,” tambahnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut pihaknya tengah menyiapkan struktur pasukan dan melakukan proses seleksi personel kontingen.
“Rencananya pasukan ini akan dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal (Jenderal Bintang Tiga). Di bawahnya terdapat tiga Brigade Komposit,” kata Jenderal Agus.
Setiap Brigade Komposit akan dilengkapi beberapa batalion pendukung, yakni Batalion Kesehatan, Batalion Zeni Konstruksi, Batalion Bantuan dan Batalion Bantuan Mekanis.
Guna memperkuat kemampuan mobilitas dan dukungan operasi, Agus menyebut TNI menyiapkan unsur udara berupa helikopter dan pesawat angkut C-130 Hercules.
Dari unsur laut, dua kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut serta helikopter yang berada di kapal tersebut juga tengah dipersiapkan.
Persiapan ini menandai salah satu komitmen Indonesia dalam memperkuat kontribusi terhadap misi perdamaian dunia serta mempertegas peran aktif negara dalam operasi kemanusiaan internasional di bawah komando PBB. (red)