Kemkomdigi Akui Indonesia Tertinggal Soal Jangkauan Koneksi 5G, Malaysia Sudah 80 Persen
“Pemerintah mencanangkan 32 persen setidaknya jaringan 5G bisa tersambung hingga tahun 2030,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam acara Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta, Senin (14/10).
Menurut Nezar, saat ini ketersediaan koneksi 5G di Indonesia masih di bawah 10 persen, jauh tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia yang telah menjangkau sekitar 80 persen wilayah.
Ia menilai perlu adanya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di industri telekomunikasi untuk memperluas cakupan layanan 5G. “Kolaborasi antara pemerintah, operator, dan pelaku industri menjadi kunci agar adopsi 5G bisa dipercepat,” ujarnya.
Sementara itu, konektivitas jaringan 4G telah menunjukkan kemajuan signifikan dengan cakupan mencapai 97 persen wilayah permukiman di Indonesia. Namun, tantangan berikutnya adalah peningkatan kecepatan internet nasional, yang saat ini masih rata-rata di kisaran 36,7 Mbps, jauh di bawah standar 100 Mbps yang dicapai negara-negara ASEAN lainnya.
“Kecepatan internet masih harus ditingkatkan. Tapi saya kira dalam lima tahun ke depan, kita akan bisa bersanding dengan negara-negara tetangga yang sudah mencapai 100 Mbps,” kata Nezar optimistis.
Fokus pada Tiga Aspek Strategis
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan, pemerintah fokus pada tiga aspek utama untuk memperluas cakupan konektivitas 5G di tanah air, yaitu spektrum frekuensi radio, infrastruktur, dan regulasi.
“Dari aspek spektrum frekuensi, akan dilelang empat pita frekuensi—satu pita untuk fixed broadband berbasis 5G, dan tiga pita lainnya untuk mobile broadband berbasis 5G,” kata Wayan.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mendorong investasi industri telekomunikasi serta mempercepat pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis konektivitas 5G dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih kuat dan merata. (red)