Makan Bergizi Gratis Tetap Dibagikan Saat Ramadan, Menu Makanan Tahan 12 Jam Untuk Siswa
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan program MBG tetap berjalan selama bulan suci Ramadan tahun ini. Penyesuaian dilakukan menyesuaikan kondisi sekolah dan daerah masing-masing, terutama bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
“Jadi Ramadan akan berjalan, bagi sekolah-sekolah yang beragama Islam kan datang anaknya di sekolah berpuasa. Nanti waktu pulang diberikan makan dalam bentuk kering,” kata Zulkifli Hasan, dikutip Metro TV, akhir pekan lalu, di Makassar.
Ia menjelaskan, makanan kering dipilih agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Beberapa menu yang disiapkan antara lain telur rebus, susu, roti, dan kurma.
“Misalnya telur rebus kan kering ya, susu, roti, dan kurma. Jadi dalam bentuk kering,” jelasnya.
SKEMA BERBEDA DI DAERAH NON-MUSLIM
Zulkifli Hasan menambahkan, penyesuaian menu MBG hanya berlaku di daerah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa. Sementara di wilayah seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mayoritas tidak berpuasa, penyaluran MBG dilakukan tanpa perubahan skema.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa MBG tetap disalurkan pada jam sekolah selama Ramadan. Para siswa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan akan dibagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” kata Dadan, diwartakan Kompas.com beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, makanan yang dibagikan merupakan makanan siap santap dengan daya tahan hingga 12 jam, sehingga masih layak dikonsumsi saat berbuka.
“Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka,” ucap Dadan.
Untuk pondok pesantren, penyaluran MBG tetap berjalan normal, namun waktu distribusi diatur mendekati waktu berbuka puasa. Sementara bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mekanisme penyaluran tidak mengalami perubahan.
Dadan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan MBG meskipun terdapat perbedaan mekanisme selama Ramadan.
“Semua diutamakan, baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda. Untuk daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka,” jelasnya. (red)
Dilarang keras menyalin, memodifikasi, memproduksi ulang, menerbitkan ulang, mengunggah ulang, serta mendistribusikan ulang semua konten tabir87news.co.id dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari tabir87news.co.id. Semua konten dalam tabir87news adalah hak milik tabir87news.co.id dan dilindungi oleh UU Hak Cipta.