Dinas Kesehatan DKI Jakarta MengImbau Warga Waspadai Penularan Virus Nipah
0 menit baca
tabir87news.co.id || Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Virus Nipah, salah satunya dengan tidak mengonsumsi buah yang sudah rusak atau terbuka. Buah dalam kondisi tersebut dinilai berisiko terkontaminasi, terutama akibat gigitan kelelawar pemakan buah yang dikenal sebagai reservoir alami virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui berbagai jalur, baik dari hewan ke manusia maupun antarmanusia. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih dan mengolah pangan menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.
“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ani menjelaskan Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Virus ini dapat menular dari hewan ke manusia dan dalam kondisi tertentu juga dapat menyebar melalui kontak erat antarmanusia.
Menurut dia, penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi serta interaksi dekat dengan penderita juga berpotensi menjadi jalur penyebaran.
“Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita,” kata Ani.
Gejala awal Virus Nipah meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis yang berisiko fatal.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Warga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gejala Virus Nipah, terutama setelah melakukan kontak berisiko.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko,” imbau Ani. (red)