OTT Eks Wamenaker Bahlil Bungkam Golkar Tetap Solid Dukung Prabowo
Usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Tengah di Palu, Minggu (24/8/2025), Bahlil dicecar sejumlah pertanyaan awak media terkait sikap partai berlambang pohon beringin itu dalam menyikapi kasus dugaan korupsi yang menyeret kadernya. Namun, ia enggan menjawab lebih jauh.
Bahlil hanya menegaskan bahwa kehadirannya di Palu fokus pada konsolidasi internal partai. “Kegiatan ini untuk memperkuat soliditas kader di Sulawesi Tengah,” ujar Bahlil singkat.
Golkar Punya Kursi Strategis di Kabinet
Sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia, Golkar menempati posisi penting di Kabinet Prabowo-Gibran. Total ada delapan kursi menteri dan tiga kursi wakil menteri yang diisi kader Golkar.
Bahlil sendiri saat ini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Kabinet Merah Putih. Perannya dianggap strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintahan baru.
Komitmen Mendukung Prabowo-Gibran
Meski bungkam terkait kasus hukum yang melibatkan kadernya, Bahlil menegaskan sikap politik Golkar yang tetap konsisten mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Dukungan ini murni dan konsekuen tanpa ada tawar-menawar,” tegas Bahlil saat memberikan keterangan di sela Musda.
Ia bahkan menggunakan analogi keras untuk menggambarkan peran Golkar dalam menjaga stabilitas politik. “Kalau ada bibit penyakit yang mencoba mengganggu jalannya pemerintahan, maka Partai Golkar akan berada di garda terdepan untuk menghentikan bibit penyakit itu,” ujarnya.
Konsolidasi dan Isu Korupsi
Sikap diam Bahlil terkait OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer dinilai sebagai upaya untuk menghindari polemik politik yang lebih luas. Pasalnya, kasus tersebut menjadi sorotan publik, mengingat posisi strategis yang ditempati kader Golkar di kabinet.
Pengamat politik menilai, langkah Golkar untuk tetap menjaga kekompakan internal melalui forum Musda di berbagai daerah merupakan strategi agar partai tetap solid di tengah terpaan isu korupsi. “Golkar berusaha menunjukkan bahwa kepentingan partai dan dukungan terhadap pemerintah tetap menjadi prioritas,” kata seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.
Meski begitu, publik masih menunggu sikap resmi Golkar terkait kasus hukum yang menjerat kadernya, sekaligus langkah konkret dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi di internal partai. (red)